cool hit counter

PWM Riau - Persyarikatan Muhammadiyah

 PWM Riau
.: Home > Program Kerja

Homepage

Program Kerja

PIMPINAN WILAYAH MUHAMMADIYAH RIAU PERIODE 2010-2015

 

BAB I

MUQADDIMAH

A.   Latar Belakang

Muhammadiyah didirikan dengan maksud dan tujuan untuk menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga  terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Dalam mewujudkan tujuan atau visi idealnya itu Muhammadiyah melakukan usaha-usaha yang dilaksanakan secara tersistem, melalui program yang dirumuskan pada setiap permusyawaratan.

Secara umum pasca Musyawarah Wilayah Ke-23 Muhammadiyah Riau telah terjadi perkembangan kehidupan, baik diwilayah dan didaerah yang sejalan dengan dinamika dan permasalahan yang dihadapi umat Islam. Disisi lain di daerah tertentu, Muhammadiyah Riau masih mendapat tantangan terutama dari kalangan tokoh agama tempatan dan masyarakat yang pemahamannya masih sinkritisme. Faktor kondisional yang dihadapi Muhammadiyah Riau sekaligus menjadi latarbelakang dirumuskannya program Muhammadiyah Riau, secara rinci dapat dijelaskan dan digambarkan sebagai berikut :

1.    Kondisi Wilayah

Provinsi Riau terletak ditengah pulau Sumatera dan beribukota Pekanbaru. Luas wilayah adalah 111.228.65 km2 yang terdiri dari pulau dan lautan, terdiri dari 12 Kabupaten/Kota dengan jumlah penduduk +- 5,2 Juta orang, yang terdiri dari berbagai etnis suku bangsa, dengan berbagai ragam adat-istiadat dan tradisi keagamaan. Kondisi ini mempengaruhi dinamika pertumbuhan dan perkembangan Muhammadiyah.

 

2.    Kondisi Global

 

Globalisasi yang menjadi kekuatan dominan dalam dunia abad ke-21, di satu pihak membuka ruang dunia baru yang semakin bebas dari sekat-sekat negara dan primordialisme lama, tetapi pada saat yang sama membawa hegemoni ekonomi dan politik negara-negara maju yang tidak bebas dari kepentingan ekonomi-politik sepihak serta membawa muatan infiltrasi kebudayaan globalisme yang berbasis neoliberalisme dan neokapitalisme.

Paling sedikit dapat ditemukan sembilan ancaman  globalisasi yang menghantui wilayah saat ini dan di masa-masa yang akan datang.

Pertama        ;   pengaburan batas-batas kultural dan geografis/ekologis sehingga kemampuan menyesuaikan diri dan daya tahan menurun, terutama bagi masyarakat atau wilayah/daerah yang lemah.

Kedua             ;   terbaginya ekonomi menjadi dua bagian, yaitu wilayah/daerah yang kaya tenaga otot serta wilayah/daerah yang kaya tenaga otak.

Ketiga             ;   gaya pikir dipengaruhi oleh produsen informasi dan penyebarnya yang dominan, sehingga menimbulkan gangguan yang tidak dapat diadaptasi.

Keempat        ;   sepintas lalu uang dipikat dan mengalir dengan gegap-gempita ke satu kawasan, tetapi kenyataannya uang diam-diam lebih banyak mengalir pada kawasan tertentu. Sedang arus barang dan tenaga kerja juga tidak seimbang.

Kelima           ; hak-hak manusia yang dipropagandakan adalah versi Barat dengan bersandar pada individualisme. Hak-hak kelompok banyak terlanggar dan diabaikan, serta hak-hak manusia dikalahkan oleh hak-hak modal.

 

Keenam         ;   terancamnya demokrasi oleh globalisme. Demokrasi berarti banyak pilihan, multiopsional, tiap-tiap manusia dan bebas memilih yang terbaik untuk dirinya. Sedangkan globalisme mengurangi penganekaragaman yang sangat bervariasi.

Ketujuh          ;   konsumsi dirangsang oleh iklan yang dapat dilihat setiap waktu dalam media massa, kebutuhan didikte oleh ekonomi yang kuat sesuai dengan gagasan mereka.  

Kedelapan    ;   globalisasi sistem pangan menambah kesenjangan negara kaya dan miskin, serta merangsang konsumerisme yang hampir tak terbatas.

Kesembilan   ;   kontak budaya terjadi dalam skala besar, cepat, multidimensional dan serempak, sehingga tidak dapat dielakkan terjadinya peniadaan budaya, kesalahan adaptasi, dan kegoncangan budaya.

3.    Kondisi Umat Islam

Umat Islam di provinsi Riau merupakan penduduk terbesar. Jumlah yang cukup besar itu merupakan potensi yang dapat menjadi kekuatan baik dalam kehidupan bernegara maupun bermasyarakat.

Dalam bidang ekonomi ditandai dengan tumbuhnya sistem ekonomi syariah yang memberikan harapan lebih adil dan sampai kini menunjukkan kecenderungan yang positif dengan semakin mendapat tempat di hati masyarakat. Pertumbuhan bank-bank syariah serta lembaga keuangan lain seperti asuransi atau pegadaian syariah masih akan mewarnai denyut nadi perekonomian di provinsi Riau ke depan.

Dibidang pendidikan semakin nampak gairah persaingan perguruan Islam yang ditandai dengan bermunculan Madrasah/Sekolah yang berbasis Islam, yang menunjukan keunggulan kwantitas dan kwalitas di berbagai daerah.

Namun dibidang dakwah, belum memperlihatkan kemajuan yang menggembirakan. Hal ini disebabkan masih kurangnya tenaga da’i, mubaligh/at yang akan menyebarkan dakwah ke lokasi-lokasi dakwah diseluruh wilayah Riau. Disisi lain misionaris semakin gencar mengembangkan gerakan-gerakannya, malahan sudah mulai terang-terangan menjalankan misinya. Hal ini merupakan tantangan berat bagi Persyarikatan Muhammadiyah kedepan.

 

B.    KONDISI  DAN PROYEKSI MUHAMMADIYAH RIAU

Persyarikatan Muhammadiyah di Provinsi Riau yang sudah berusia 68 tahun, telah mengalami perjalanan panjang dalam mengemban visi dan misi Persyarikatan dengan segala tantangannya. Muhammadiyah di Riau sampai saat ini sudah memiliki 12 Pimpinan Daerah, 81 Pimpinan Cabang dan 314 Pimpinan Ranting serta memiliki 208 amal usaha (pendidikan memiliki 102 TK/ABA, 33 SD, 66 MDA, 8 MI, 22 MTs, 13 SMP, 9 SMA, 5 MA, 8 SMK, 3 Pondok Pesantren dan 3 Universitas, kesehatan 3 Klinik/BP/Rumah Sakit, sosial 13 Panti Asuhan, ekonomi 9 unit BTM, 2 unit Koperasi dan perkebunan sawit dan karet, Dakwah 65 unit Masjid dan 17 unit Mushallah). Sampai saat ini Muhammadiyah belum berhasil mendirikan Cabang disetiap Kecamatan dan Ranting pada setiap kelurahan/desa.

Persyarikatan Muhammadiyah kedepan akan memantapkan eksistensinya dengan terbentuknya cabang pada setiap kecamatan dan ranting di setiap kelurahan/desa.

·             Dibidang amal usaha segera merealisasikan berdirinya Rumah Sakit Muhammadiyah Riau (Muhammadiyah Medical Center).  

·        Pengembangan Fakultas dan Prodi pada Universitas Muhammadiyah Riau serta terealisasinya sekolah/Madrasah/Pesantren unggul minimal 1 buah disetiap daerah.

·             Di bidang perkebunan diperioritaskan membangun kebun-kebun baru dan mengolah lahan kosong dengan tanaman yang bermanfaat,

·              Serta dibidang ekonomi mengembangkan unit-unit BTM di setiap Cabang yang potensial.

·               Di bidang sosial, Muhammadiyah mengembangan panti asuhan dan pelayanan sosial lainnya

Peningkatan jumlah amal usaha tersebut tidak dapat menutup kenyataan lain yaitu masalah kualitas amal usaha Muhammadiyah di Riau. Bahwa amal usaha Muhammadiyah di Riau dalam hal kualitas mengalami dua masalah sekaligus, yaitu, pertama, terlambatnya pertumbuhan kualitas dibandingkan dengan penambahan jumlah yang spektakuler, sehingga dalam beberapa hal kalah bersaing dengan pihak lain. Kedua, tidak meratanya pengembangan mutu lembaga pendidikan. Dalam sejumlah aspek banyak disoroti kelemahan amal usaha khususnya di bidang pendidikan, pelayanan sosial dan kesehatan, yang belum mampu menunjukkan daya saing.

Dalam bidang aksi kemasyarakatan seperti dalam pemberdayaan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat secara luas, kendati dalam periode 2005-2010 sudah dirintis dengan sungguh-sungguh, tampaknya masih memerlukan langkah yang semakin terfokus, tersistem, dan langsung menembus jantung persoalan masyarakat luas terutama di akar rumput (grass  roots). 

Dalam bidang teologi atau pemikiran Islam, banyak kalangan menilai bahwa organisasi dan gerakan Islam Muhammadiyah termasuk dalam kelompok Islam yang menginginkan berlakunya ajaran Islam otentik dan murni, yakni dengan menyerukan doktrin kembali kepada al-Qur’an dan Sunnah

 

 

BAB II

PROGRAM

PIMPINAN WILAYAH MUHAMMADIYAH RIAU PERIODE 2010 – 2015

 

1.       Program Bidang Tarjih, Tajdid, dan Pemikiran Islam

a.    Rencana Strategis

Menghidupkan  tarjih, tajdid, dan  pemikiran Islam dalam Muhammadiyah sebagai gerakan pembaharuan yang kritis-dinamis dalam kehidupan masyarakat dan proaktif dalam menjawab problem dan tantangan perkembangan sosial budaya dan kehidupan pada umumnya sehingga Islam selalu menjadi sumber pemikiran, moral, dan praksis sosial di tengah kehidupan masyarakat yang sangat kompleks.

b.    Program

(1)      Mengembangkan dan menyegarkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan masyarakat yang multikultural dan kompleks;

(2)      Mensistematisasi metodologi pemikiran dan pengamalan Islam sebagai prinsip gerakan tajdid dalam gerakan Muhammadiyah;

(3)      Mengoptimalkan peran kelembagaan bidang tajdid, tarjih dan pemikiran Islam untuk selalu proaktif dalam menjawab masalah riil masyarakat yang sedang berkembang minimal melaksankan siding tarjih 1 kali setahun ditingkat Wilayah, ditingkat Daerah dan Cabang 2 kali setahun;

(4)      Mensosialisasikan produk-produk tajdid, tarjih dan pemikiran ke-Islaman Muhammadiyah ke seluruh lapisan masyarakat;

 

2.       Program Bidang Tabligh

a.                   Rencana strategis

Peningkatan kuantitatif dan kualitatif peran Muhammadiyah Riau sebagai gerakan dakwah  kemasyarakatan yang berpengaruh langsung dalam menciptakan masyarakat Islami sebagai perwujudan dari partisipasi aktif Muhammadiyah dalam pembangunan umat dan bangsa untuk mencapai tujuan Muhammadiyah.

b.    Program

(1)       Merealisasikan terbentuknya Korp Mubaligh ditingkat Daerah dan Cabang;

(2)       Peningkatan kuantitas dan kualitas dakwah dalam segala dimensi kehidupan sesuai dengan prinsip gerakan Muhammadiyah;

(3)       Peningkatan mutu dan kompetensi muballigh Muhammadiyah dengan melaksanakan Pelatihan/Penataran Kader Mubaligh/at minimal sekali setahun;

(4)       Perluasan jangkauan dakwah agar mampu menyentuh berbagai level, jenis  dan kelompok masyarakat;

(5)       Pengembangan dan implementasi dakwah multimedia baik media lokal, maupun media dengan muatan teknologi baru;

(6)       Mengevaluasi dan memperbaiki konsep dan implementasi proyek-proyek dakwah Muhammadiyah, seperti dakwah jamaah, dakwah kultural dan sebagainya, agar kembali berjalan secara efektif;

(7)       Mengembangkan metode dan praktek pembinaan kehidupan Islami dalam masyarakat;

(8)       Mengaktifkan Mubaligh keliling Muhammadiyah Riau;

(9)       Mengefektifkan kegiatan Mubaligh suku terasing;

(10)   Penuntasan pembuatan Peta Dakwah Muhammadiyah Riau.

 

3.    Program Bidang Pendidikan, Iptek, dan Litbang

a.    Rencana Strategis

Membangun kekuatan Muhammadiyah dalam bidang Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Insani, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek), dan eksplorasi aspek-aspek kehidupan yang bercirikan Islam, sehingga mampu menjadi alternatif kemajuan dan keunggulan di tingkat Wilayah dan Daerah.

b.    Program

(1)      Membangun sistem informasi kekuatan Sumber Daya Insani (SDI) dalam bidang Iptek;

(2)      Menguatkan Manajemen Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah disetiap tingkat;

(3)       Mengembangkan Pendidikan Muhammadiyah yang berwawasan Nasional dan Global dengan mengadakan berbagai kegiatan;

(4)       Pemantapan lembaga pendidikan Muhammadiyah sebagai lahan pembibitan kader Muhammadiyah;

(5)       Menjadikan mutu sebagai tujuan utama bagi seluruh usaha pengembangan amal usaha pendidikan Muhammadiyah;

(6)       Mengintegrasikan pengembangan amal usaha pendidikan Muhammadiyah dengan program pengembangan masyarakat;

(7)       Mengembangkan program-program penelitian dan pengembangan di bidang pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan teknologi, dan berbagai aspek kehidupan yang penting dan strategis sebagai basis bagi pengambilan kebijakan dan pengembangan kemajuan Persyarikatan.

(8)       Mengangkat dan mengefektifkan pengawas sekolah Muhammadiyah, khususnya dibidang Al-Islam, Kemuhammadiyah dan Bahasa Arab (ISMUBA).

 

4.    Program Bidang Kaderisasi

a.    Rencana Strategis

Membangun kekuatan dan kualitas pelaku gerakan serta peran dan ideology gerakan  Muhammadiyah dengan mengoptimalkan sistem kaderisasi yang menyeluruh dan berorientasi ke masa depan.

b.    Program

(1)       Meningkatkan kompetensi kader yang meliputi kompetensi akademis dan intelektual, kompetensi keberagamaan, dan kompetensi sosial-kemanusiaan guna menghadapi tantangan organisasi masa depan;

(2)       Transformasi kader secara terarah dan terencana secara kontinyu guna memberi peluang bagi kader dalam mengaktualisasikan potensi dan kompetensinya di Muhammadiyah, serta memperluas akses ke berbagai bidang dan profesi diluar Persyarikatan;

(3)       Pemberdayaan AMM yang terdiri dari tiga unsur, yaitu anggota organisasi-organisasi otonom Angkatan Muda Muhammadiyah, anggota keluarga warga Muhammadiyah dan Pelajar/Mahasiswa Lembaga Pendidikan Muhammadiyah dipersiapkan menjadi Pimpinan Persyarikatan dan Pimpinan Amal Usaha;

(4)       Penguatan sekolah-sekolah/Madrasah/Pondok Pesantren sebagai basis Kader Muhammadiyah;

(5)       Pemantapan dan peningkatan pembinaan ideologi gerakan di kalangan kader, pimpinan, dan anggota Persyarikatan sebagai basis solidaritas dan kekuatan perjuangan dalam mewujudkan tujuan Muhammadiyah.

 

5.    Program  Bidang Kesehatan, Kesejahteraan, dan Pemberdayaan Masyarakat

a.    Rencana Strategis

Mengembangkan dan memperluas kekuatan basis gerakan Muhammadiyah yang terletak pada pusat “Penolong Kesengsaraan Oemoem“ sehingga menjadi tenda besar bagi pelayanan dan keberpihakan sosial Muhammadiyah secara terpadu dan lebih luas.

b.    Program

(1)       Mendorong pelayanan terpadu bidang kesehatan yang menekankan pada kesehatan fisik, jiwa, iman, hukum dan social;

(2)       Membangun jaringan pelayanan sosial dan kesehatan Muhammadiyah yang mendorong bagi terciptanya daya dukung kekuatan pelayanan yang kuat, strategis dan cepat kepada masyarakat akar rumput;

(3)       Membuat dan mengembangkan pusat penelitian, pengembangan, data, informasi  dan krisis center kesejahteraan masyarakat sebagai peta dasar dan tindakan strategis dalam memberikan pelayanan sosial Muhammadiyah di masyarakat;

(4)       Menghidupkan suasana ke-Islaman dan dakwah dalam setiap memberikan pelayanan kepada masyarakat;

(5)       Membuat prioritas penanganan masalah dalam memberikan pelayanan kesejahteraan masyarakat berdasarkan kebutuhan masyarakat;

(6)       Mengembangkan alternatif-alternatif baru program pengembangan masyarakat untuk berbagai level dan jenis kelompok masyarakat;

(7)       Mengintegrasikan kerja Persyarikatan dan amal usaha dalam program pengembangan masyarakat;

(8)       Mendorong, mengembangkan, dan mengoptimalkan terus menerus kekuatan Muhammadiyah sebagai elemen pemberantasan serta penyalahgunaan NAPZA;

(9)       Meningkatkan dan memperluas jangkauan  program  pemberdayaan masyarakat di lingkungan komunitas petani, buruh, nelayan, dan mereka yang mengalami marjinalisasi sosial di perkotaan maupun pedesaan.

(10)   Memberdayakan Badan/Lembaga Penanggulangan Bencana Alam di setiap tingkat Pimpinan

 

6.    Program Bidang Wakaf, ZIS (Zakat, Infak, dan Shadaqah), dan  Pemberdayaan Ekonomi

a.                    Rencana Strategis

Terciptanya kehidupan sosial ekonomi umat yang berkualitas sebagai benteng atas problem kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan pada masyarakat bawah melalui berbagai program yang dikembangkan Muhammadiyah Riau.

b.   Program

(1)       Mengembangkan model pemberdayaan ekonomi yang didasarkan atas kekuatan sendiri sebagai wujud cita-cita kemandirian ekonomi ummat dengan membina usahawan Muhammadiyah;

(2)       Menegaskan keberpihakan Muhammadiyah terhadap usaha-usaha ekonomi dalam membangun kekuatan masyarakat kecil (akar rumput) yang  dhu’afa dan musatdh’afin melalui kegiatan-kegiatan ekonomi alternative dengan mendorong tumbuh dan berkembangnya ekonomi anggota keluarga dan simpatisan Muhammadiyah;

(3)       Menegaskan kepada seluruh warga dan Amal Usaha Muhammadiyah untuk memanfaatkan Bank Syariah yang ada di daerahnya;

(4)       Peningkatan pengelolaan ZIS (Zakat, Infaq, Shadaqah) dan akuntabilitasnya sehingga menjadi penyangga kekuatan gerakan pemberdayaan umat;

(5)       Peningkatan mutu pengelolaan wakaf dan perluasan gerakan sertifikasi tanah-tanah wakaf di lingkungan Persyarikatan dan memproduktifkan tanah/lahan tidur;

(6)       Pengembangan bentuk wakaf dalam bentuk wakaf tunai dan wakaf produktif;

 

7.    Program Bidang Partisipasi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

a.    Rencana Strategis

Membangun dan mengembangkan partisipasi-kritis dan strategis bagi warga Muhammadiyah untuk terlibat dalam dinamika kehidupan kenegaraan dan kebangsaan yang didasari oleh akhlaqul karimah dan Khittah Perjuangan.

b.    Program

(1)       Membangun komunikasi yang efektif dan intensif dengan semua pihak/kekuatan baik dengan pemerintah maupun dengan kekuatan social politik lainnya.

(2)       Mengoptimalkan peran kelembagaan, dalam hal ini Majelis Hikmah, memfasilitasi,  mendorong, dan mengkoordinasikan para kader/politisi Muhammadiyah untuk aktif dan berpihak pada kepentingan umat  Islam dan rakyat secara umum maupun kepentingan Muhammadiyah secara khusus;

(3)       Bersikap proaktif dalam membahas dan memberi masukan mengenai isu-isu kedaerahan;

(4)       Mengembangkan model pendidikan politik bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat umum sehingga masyarakat mampu bersikap kritis dan konstruktif dalam memberikan aspirasi politiknya;

(5)       Membangun dan mengembangan kekuatan kontrol terhadap pemerintah dalam pengambilan kebijakan publik, transparansi, dan akuntabilitas public;

(6)       Mendorong, mengembangkan, dan mengoptimalkan terus menerus kekuatan Muhammadiyah sebagai elemen pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta penegak nilai-nilai moral dan karakter bangsa;

(7)       Menanamkan serta memupuk komitmen dan wawasan bagi kader-kader Muhammadiyah yang berkecimpung di bidang eksekutif dan legislatif

 

8.    Program Bidang Konsolidasi Organisasi

a.    Rencana Strategis

Membangun kembali pengelolaan organisasi dalam membawa Muhammadiyah sebagai gerakan Islam terdepan (leading) dalam manajemen organisasi ke-Islaman maupun dalam menjalankan perannya di tengah dinamika umat, bangsa, dan perkembangan global.

b.    Program

(1)    Membangun manajemen organisasi Muhammadiyah agar berjalan efektif, efisien, profesional, akuntabel dan kuat

(2)    Mengkonsolidasikan seluruh jaringan dan kekuatan untuk mencapai tujuan Muhammadiyah ditandai dengan tumbuh dan berkembangnya cabang, ranting dan Amal Usaha;

(3)    Mengembangkan budaya kerja organisasi yang amanah dan terukur (measurable) di seluruh jenjang organisasi dan amal usaha Muhammadiyah;

(4)    Mengembangkan instrumen-instrumen penilaian kinerja organisasi sebagai wujud pengelolaan organisasi yang amanah;

(5)    Pemberdayaan Ranting Muhammadiyah dalam usaha membangun masyarakat akar rumput yang berbasis Ranting serta membangkitkan kembali gerakan Muhammadiyah di tingkat jama’ah;

(6)    Mengembangkan model pemberdayaan warga Muhammadiyah untuk terlibat dalam proses penataan otonomi daerah dan pengembangan masyarakat madani;

(7)    Peningkatan kualitas dan fungsi-fungsi kepemimpinan organisasi di seluruh tingkatan agar mampu menjalankan misi Persyarikatan;

(8)    Menyampaikan laporan perkembangan kegiatan persyarikatan disetiap tingkatan dan amal usahanya secara berkala.

 

9.    Program Bidang Lingkungan Hidup

a.    Rencana Strategis

Membangun dan mengembangkan model-model praksis gerakan lingkungan dan etika lingkungan hidup yang bersumber pada nilai-nilai Islam yang terpadu dengan bidang lainnya.

b.    Program

(1)       Membangun, mendorong, dan mengembangkan simpul-simpul masyarakat untuk peduli melakukan pemecahan konkrit terhadap persoalan lingkungan hidup;

(2)       Mengembangkan pola dakwah lingkungan hidup dan konsep pendidikan lingkungan di lembaga pendidikan Muhammadiyah;

(3)       Proaktif dan responsif terhadap masalah-masalah lingkungan hidup yang ada di tengah masyarakat;

(4)       Melakukan advokasi masyarakat korban pencemaran lingkungan hidup;

(5)       Membangun Jaringan dengan NGO, pemerintah, dan organisasi sosial lain dalam rangka pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup;

(6)       Melakukan pengembangan kemitraan dengan lembaga atau institusi yang selama ini mempunyai komitmen, persepsi, dan reputasi baik di bidang lingkungan hidup;

(7)       Mensosialisasikan segala sesuatu yang berhubungan dengan pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup bagi masyarakat.

 

10. Program Bidang Pustaka dan Informasi

a.                   Rencana Strategis

Membangun kemampuan dan keluasan jaringan kekuatan informasi serta pustaka Muhammadiyah sebagai organisasi Islam modern di tengah era kehidupan masyarakat informasi.

b.  Program

(1)    Mengorganisasi dan memperluas kelengkapan perpustakaan dan fungsi-fungsi pustaka sebagai sumber pengembangan pengetahuan dan informasi bagi kemajuan Persyarikatan;

(2)    Meningkatkan kemampuan penguasaan teknologi informasi dan media publikasi sebagai instrumen bagi pengembangan peran-peran Persyarikatan dalam menjalankan misi di tengah kehidupan;

(3)    Pengembangan kerjasama dalam pengelolaan pustaka dan publikasi secara lebih terorganisasi;

(4)    Mengelola media dakwah Muhammadiyah.

 

11. Program Bidang Seni Budaya dan Olahraga

a.                   Rencana Strategis

Mengembangkan seni-budaya yang bernafaskan Islam dan mencerahkan peradaban manusia sebagai makhluk yang berbudaya dan berakhlak mulia.

b.  Program

(1)    Mengembangkan potensi seni dan budaya Islami yang menghidupkan fitrah kemanusiaan yang halus, indah, dan berakhlak mulia sebagai basis pembentukan peradaban muslim yang menjadi rahmat bagi alam semesta; 

(2)    Mengapresiasi dan melakukan seleksi terhadap perkembangan seni dan budaya masyarakat sebagai bagian dari ikhtiar membangun peradaban umat manusia yang sesuai dengan tujuan Muhammadiyah;

(3)    Mengembangkan kerjasama dalam memproduksi hasil-hasil kreativitas seni dan budaya yang mengarah pada terbentuknya peradaban umat dan manusia yang sesuai dengan fitrah selaku makhluk Allah yang mulia;

(4)    Mengembangkan gerakan kesadaran dan pemasyarakatan olahraga dilingkungan warga Muhammadiyah sebagai ajang prestasi dan shilaturrahmi.

 

12. Program Bidang Kerjasama Kelembagaan

a.                   Rencana strategis

Membangun kekuatan Muhammadiyah yang berperan sebagai tenda besar bagi umat Islam khususnya dan umat manusia pada umumnya, dalam rangka mengemban misi kerahmatan.

b.   Program

(1)    Membangun jaringan dengan berbagai elemen masyarakat dalam rangka mendukung tercapainya tujuan Muhammadiyah;

(2)    Membentuk dan mengembangkan simpul-simpul aksi kepedulian terhadap berbagai persoalan ke-umatan, kebangsaan dan kemasyarakatan;

(3)    Menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga dalam rangka meningkatkan kualitas sumberdaya kader Muhammadiyah;

(4)    Proaktif membangun dan mengembangkan solidaritas umat terhadap berbagai persoalan  yang menyangkut ketidakadilan dan HAM.

 

 

BAB III

KHATIMAH

 

Program  wilayah Muhammadiyah  sebagai  rangkaian  kegiatan  merupakan  perwujudan operasional dari pelaksanaan usaha Persyarikatan menuju pencapaian terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Program wilayah Muhammadiyah sekaligus sebagai bagian terpadu dan tidak terpisahkan dari misi dakwah dan tajdid yang dilaksanakan Muhammadiyah  selaku  gerakan  Islam.  Dengan  demikian  melalui  program  yang dilaksanakannya Pimpinan Wilayah Muhammadiyah  Riau harus mampu membawa   perubahan konstruktif yang bersifat pencerahan dalam bentuk membebaskan, memberdayaan, dan memajukan kehidupan anggota Persyarikatan maupun umat Islam, masyarakat/bangsa, serta umat manusia keseluruhan.

Program wilayah Muhammadiyah sebagai bagian dari ikhtiar yang terorganisasi dalam melaksanakan usaha-usaha dan mencapai visi Persyarikatan dituntut untuk dilaksanakan seoptimal mungkin dalam mendekatkan atau bahkan mencapai tujuan Muhammadiyah, yaitu terbentuknya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Karena itu segenap potensi, kemampuan, dana, daya dukung, dan infrastruktur organisasi harus dikerahkan dalam melaksanakan dan menyukseskan program wilayah  Muhammadiyah tersebut. Berkaitan dengan itu, keberhasilan kepemimpinan Muhammadiyah di setiap tingkatan dan lini Persyarikatan pun salah satu tolok ukurnya terletak  dalam membawa keberhasilan pelaksanaan program Muhammadiyah.

Pelaksanaan program wilayah Muhammadiyah juga memerlukan komitmen              (niat dan pengkhidmatan) yang tinggi, kerja keras, dan kerjasama yang kuat di seluruh lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah Riau, sesuai dengan etos tajdid, jihad, dan ibadah dalam melaksanakan misi Muhammadiyah menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Adapun hal-hal yang bersifat teknis operasional bilamana perlu akan ditindak lanjuti dengan petunjuk pelaksanaan program terutama yang berkaitan dengan pengorganisasian di tingkat Daerah, Cabang, dan Ranting sehingga memudahkan pelaksanaannya.

Akhirnya, keberhasilan pelaksanaan program wilayah Muhammadiyah sebagai bagian dari usaha dakwah amar makruf nahi munkar tergantung pada kesungguhan ikhtiar dan do’a dari seluruh warga, kader, dan pimpinan Persyarikatan dalam ikhtiar mewujudkan kemaslahatan hidup di dunia dan akhirat, serta dalam meraih karunia dan ridha Allah Subhanahu Wata’ala.

 

 

Pekanbaru, 01 Muharram 1432 H.

                                                              07  Desember 2010 M.

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website